Senin, 15 November 2021

Berikan satu waktu untuk hidup bersama keluarga



Tulisan ini berawal dari pesan yang sangat mendalam dari Ustaz Ahmad Ubaidy Hasbillah ketika menjelaskan suatu hadis Nabi Muhammad Sallalahu Ala’ihi Wasallam. Dan, hal ini pun membuat saya harus menuliskan apa yang beliau sampaikan, agar dingikat selalu oleh kita para santri dan pelajar hadis Nabi Saw. Dalam hadis yang mulia, baginda Nabi Muhammad Shallahu A’laihi Wasallam bersabda:

أَخْبَرَنِي زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ قَالَ

أَتَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ لَيْلَةً وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِيمًا رَفِيقًا فَظَنَّ أَنَّا قَدْ اشْتَقْنَا إِلَى أَهْلِنَا فَسَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَاهُ مِنْ أَهْلِنَا فَأَخْبَرْنَاهُ فَقَالَ ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَأَقِيمُوا عِنْدَهُمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ إِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ

Dalam hadis tersebut kita dapat mengambil beberapa pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat:

Pertama: Rasulullah Sallalahu A’laihi Wasallam memiliki sifat “Rahiman Rafiqan” (sangat penyayang dan sangat lembut). Oleh karena itu, seseorang yang pernah menjumpai Rasulullah Shallalahu A’laihi Wasallam pasti memiliki kenangannya tersendiri sebagaimana Sayyidah Aisyah yang menyebut bahwa akhlaq Nabi Muhammad Saw ialah seperti al-Qur’an.

Kedua: Rasulullah Shallalahu A’laihi Wasallam memiliki sikap kemanusiaan juga terhadap sahabatnya. Bagaimana ketika ada sahabatnya yang sudah rindu terhadap para keluarganya, justru Nabi memerintah kepada mereka untuk pulang. Dan, di samping pulang mereka pun dituntut untuk mengajari mereka bagaimana ibadah yang telah Nabi ajarkan kepadanya.

Ketiga: dalam hadis tersebut seorang Imam dalam Shalat dapat dilihat dari dua aspek:

a. Mereka yang paling tua dalam segi usia, dalam hal ini seorang bapaklah yang tepat untuk menjadi imam shalat. Redaksi hadisnya:

وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ

b. Mereka yang paling banyak hafalan Qur’an nya, dan hal ini yang membuat para santri yang pulang dari pesantren biasanya langsung disuruh jadi imam shalat oleh keluarganya maupun oleh masyarakat. Redaksi hadisnya ialah terletak pada hadis setelahnya:

وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْثَرُكُمْ قُرْآنًا

Dan, tulisan ini berawal dari nasihat Ustaz Ubaid yang berbunyi:

إصنع وقتا واحدة أن يصلي مع عسرتك

“Berikanlah satu waktu untuk shalat bersama keluarga Mu”

Dalam hal ini pula, biasanya “tarbiyatul awlad” (pembelajaran anak) dapat dipahami dengan mudah oleh anak-anak mereka. Dan, kekompakan pun akan semakian erat dengan dikokohkan nya shalah berjamaah di rumah.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peran dan Kondisi Media Massa dan Demokrasi di Indonesia

​ Peran dan Kondisi Media Massa dan Demokrasi di Indonesia                              FAHRIZAL HISBULAH (11200510000130) Program Studi Kom...