Senin, 22 Februari 2021

Kemanusiaan di tengah masyarakat sekitar


Islam merupakan Agama yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dan, tidak bisa kita abaikan pula apabila teks-teks dalam al-Qur'an dan hadis banyak membahas nilai-nilai maupun aspek kemanusiaan. Baik dalam segi kehidupan, prilaku, sikap, maupun etika bermasyarakat.

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang "kemanusiaan di tengah Masyarakat sekitar".

Manusia merupakan makhluk sosial, dalam artian ia tidak bisa hidup tanpa ada manusia lainnya. Dan, hubungan antara satu manusia dengan manusia lainnya merupakan hubungan "simbiosis mutualisme". Yaitu, hubungan saling menguntungkan satu sama lain.

Hidup di tengah masyarakat, kita tidak akan luput dari kesalahan maupun kekhilafan. Oleh karena itu, konsep "saling memaafkan" dan "saling mengerti satu sama lain" merupakan konsep dasar Kemanusiaan.

Oleh karena itu, menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat merupakan suatu hal yang harus kita bicarakan dan laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Caranya, dengan tidak saling menghina, mencaci, menghakimi, dan membuat kerusuhan satu sama lain.

Pada hari Selasa, 23 Februari ketika halaqah fajriyah Ustad Ulin Nuha memberikan nasehat. Diantaranya:

" إذا كان فيه مصلحة نستره, لكن إذا كان مفسدة نكشفه"

" ولو كان هو يفعل معصية, لا تسبه"

" و لا تسب إله الآخر"

" التواضع من أخلاق المحمودة الكريمة"

Inti daripada empat nasehat di atas ialah kita tidak boleh membongkar aib seseorang tanpa ada mafsadah (kepentingan), kita tidak boleh mencela orang yang bermaksiat, kita tidak boleh menghina penganut Tuhan Agama lain, dan terakhir sikap tawadhu' sebagian daripada akhlak yang terpuji dan mulia. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peran dan Kondisi Media Massa dan Demokrasi di Indonesia

​ Peran dan Kondisi Media Massa dan Demokrasi di Indonesia                              FAHRIZAL HISBULAH (11200510000130) Program Studi Kom...